Terlibat Kasus Suap, Mantan Ketua PSSI-nya Ghana Dihukum Seumur Hidup

Hukuman larangan aktif seumur hidup di dunia sepak bola tidak hanya terjadi di sepak bola Indonesia seperti yang diderita oleh Yuli Sumpil, dirijen Aremania.

Dalam kasus yang berbeda, mantan Ketua Asosiasi Sepakbola Ghana (GFA), Kwesi Nyantakyi, belum lama ini memperoleh hukuman larangan mengikuti aktivitas sepak bola seumur hidup dari FIFA.

Sanksi tersebut Kwesi Nyantakyi dapatkan usai melakukan pelanggaran berat berupa suap dan korupsi. Ia terbukti bersalah menerima uang suap sebesar 65 ribu dolar AS (Rp989 juta) dari seorang pengusaha calon sponsor di kompetisi sepak bola Ghana.

Selain dihukum larangan aktif di dunia sepak bola seumur hidup, Kwesi Nyantakyi juga didenda sebesar 498 ribu dolar AS (Rp7,4 miliar).

“Tim legal menemukan (Kwesi) Nyantakyi melanggar kode etik terkait kepentingan pribadi, suap dan korupsi,” kata FIFA seperti dikutip dari situs berita Reuters.

“Konsekuensinya, Nyantakyi diskors seumur hidup untuk kegiatan terkait sepak bola di dalam dan luar negeri. Selain itu, juga ada sanksi denda.”

Kwesi Nyantakyi mengundurkan diri dari kursi nomor satu di GFA pada bulan Juni lalu. Keputusan itu diambil selepas munculnya rekaman jurnalis Anas Aremeyaw Anas yang menunjukkan Kwesi Nyantakyi meminta imbalan untuk disampaikan ke pejabat-pejabat tinggi pemerintahan, termasuk di tingkat kepresidenan.

Ia telah meminta maaf kepada Presiden Ghana, Nana Akufo-Addo, dan pemerintah atas perbuatannya tersebut. Namun demikian, Kwesi Nyantakyi membantah terlibat dalam kasus pengaturan skor.

Akibat kasus ini, kasta tertinggi sepak bola Ghana harus mengalami penundaan. Terlebih, ada rekaman video yang memperlihatkan wasit-wasit menerima suat terkait skandal yang melibatkan Kwesi Nyantakyi.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*