Tak Ada Gunanya bagi Matthijs de Ligt Bertahan di Ajax Musim Depan

Legenda timnas Belanda, Wim Kieft, menilai Matthijs de Ligt tak bisa bertahan di Ajax Amsterdam pada musim depan.

Matthijs de Ligt menjadi buah bibir publik pecinta sepak bola sejak merangsek ke tim utama Ajax Amsterdam dua musim lalu.

Bahkan, Matthijs de Ligt ditunjuk sebagai kapten Ajax Amsterdam pada Maret 2018 dalam usia yang tergolong belia, 18 tahun.

Wim Kieft pun satu dari sekian nama legenda klub yang tidak meragukan kualitas Matthijs de Ligt.

Menurut Wim Kift, pemilik nomor punggung empat di Ajax itu merupakan bek tengah dengan prospek menjanjikan pada masa mendatang.

“Kita telah melihat bahwa De Ligt sangat bagus dalam duel udara dan situasi satu lawan satu,” ucap Wim Kieft, seperti dilansir BolaSport.com dari laman media Spanyol, Sport.

“Namun, ia masih kesulitan untuk bermain di ruang yang sempit.” “De Ligt harus memperbaiki diri dalam aspek tersebut, dan mungkin ia akan membutuhkan waktu,” kata pria yang membela Ajax antara 1979-1983 ini. Di tengah kemonceran karier pada usia belia, Matthijs de Ligt dikabarkan terus menjadi incaran sejumlah klub-klub besar Eropa.

Beberapa waktu yang lalu, media Italia, Tuttosport, mengklaim bahwa Juventus siap memboyong bek berpostur 189 sentimeter itu dengan nominal 70 juta euro (sekitar Rp 1,1 triliun).

Lain halnya dengan Tuttosport, Sport melaporkan bahwa de Ligt selangkah lagi merapat ke FC Barcelona setelah mendapat penawaran kontrak dengan jangka waktu lima tahun.

Wim Kieft tak bisa mengonfirmasi rumor tersebut. Namun, ia percaya bahwa juniornya tersebut bakal hengkang dari Amsterdam musim depan. “Haruskah ia bertahan? Saya tak melihat pilihan itu mendatangkan manfaat bagi De Ligt maupun Ajax,” katanya lagi.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*