Haknya Diabaikan Komdis PSSI, Ini Langkah Berkelas Yuli Sumpil

Dirigen Aremania, Yuli Sumpil, memang sudah menerima secara lapang dada atas sanksi berat yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI.

Sanksi yang dinilai sangat berat dirinya dan juga para Aremania, julukan fans setia klub sepak bola Arema FC, di mana ia dan satu koleganya tidak boleh masuk stadion Indonesia seumur hidup.

Sanksi itu timbul akibat ulahnya yang mengandung unsur provokasi kala merangsek masuk ke lapangan di jeda laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya, Sabtu 6 Oktober yang lalu. Saat itu, dia melakukan aksi provokasi dengan membagikan lembaran uang kertas di hadapan pemain cadangan Persebaya saat sesi pemanasan.

Hanya saja, ada beberapa hal yang menjadi keluh kesah di benaknya atas jatuhnya hukuman maha berat itu. Hal itu terkait prosedur pemberitahuan sanksi yang seharusnya teratur secara organisasi.

“Kalau sanksi secara personal, seharusnya saya juga dapat surat dari Komdis. Tapi, sampai sekarang tidak ada,” papar Julez, sapaan karibnya saat berbincang akrab dengan INDOSPORT pada Sabtu malam kemarin.

“Saya tahu sanksi turun malah dari media sosial. Setelah itu, baru dari berita-berita yang beredar,” imbuh Dirigen Aremania yang selalu memimpin komando suporter di tribun timur Stadion Kanjuruhan itu.

Julez pun tak risau atas diabaikannya hak untuk didengar terkait sanksinya. Sebagaimana pasal 95 di Kode Disiplin PSSI, seharusnya Julez mendapatkan hak untuk didengar, sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam persidangan atas kasus yang menjeratnya.

Mengacu pada kasus personal lainnya, Komdis hampir pasti melibatkan yang bersangkutan untuk hadir di persidangan dan memaparkan segala data serta fakta yang ada, sekaligus hak untuk didengar.

Alih-alih bisa mendapatkan hak mengutarakan pendapatnya itu, karena saat proses sidang saja, dirinya tidak dilibatkan.

“Kalau dipanggil (menjelaskan masalah atas hak untuk didengar), ya monggo (silakan). Sejauh ini, saya jalani apa adanya saja,” ungkapnya.

Lantaran vonis sanksi sudah turun, maka Julez bisa mendapatkan hak untuk didengar pada saat mengajukan banding. Sementara sejak awal dirinya sudah membulatkan tekad untuk menerima sanksi tanpa banding, seperti halnya Arema FC.

“Saya tidak mencari pembenaran, tidak perlu banding. Saya jalani saja, terserah orang lain bicara apa,” tandasnya.

Baca selengkapnya: https://www.indosport.com/sepakbola/20181014/langkah-berkelas-yuli-sumpil-saat-haknya-diabaikan-pssi/tidak-risau-haknya-diabaikan

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*