Firman Utina Bicara Pentingnya Lisensi Kepelatihan

Mantan pemain timnas Indonesia, Firman Utina, menyorot pentingnya bagi seorang pemain yang masih aktif maupun yang sudah pensiun untuk mendapatkan lisensi kepelatihan.

Ia menilai lisensi kepelatihan penting karena dapat menjadi bekal bagi para pelaku sepak bola untuk mengembangkan bibit-bibit baru pesepakbola khususnya di Indonesia.

“Kenapa Jepang dan Korea Selatan sepak bolanya maju? Karena mereka memiliki ratusan atau bahkan ribuan pelatih berlisensi C, B AFC, dan A AFC. Yang lisensi B AFC, itu mereka masih melatih grassroot,” kata Firman kepada CNNIndonesia.com.

Pemain 35 tahun itu pun mengatakan sudah memegang lisensi C AFC yang didapatkannya pada September 2016 untuk jadi bekalnya saat pensiun dari lapangan hijau.

“Bayangkan, bagaimana sepak bola mereka tidak bagus? Mereka dibina oleh pelatih-pelatih yang berlisensi B AFC. Sedangkan Indonesia, maaf, hanya melihat prestasi tapi tidak dengan pembinaan,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Firman mengatakan rata-rata pelatih akademi di Indonesia itu hanya memiliki lisensi C nasional atau bahkan D. Hal itu menjadi salah satu sebab lemahnya pembinaan usia dini di Indonesia.

“Kenapa saya ambil lisensi saat saya masih aktif? Karena saya ingin ketika saya sudah selesai bermain bola, saya sudah memiliki lisensi yang diterima federasi dan klub-klub di Indonesia maupun di luar negeri,” ucap Firman.

“Target ingin terus (lebih dari lisensi C AFC), ingin belajar terus karena sepak bola banyak berubah, berputar terus, dan banyak metode baru.”

Niat Firman untuk terjun ke dunia kepelatihan sudah mulai terlihat dari turut sertanya dalam ajang turnamen sepak bola internasional, AIA Championship.

Di sana, ia diminta pihak penyelenggara untuk berperan menjadi pelatih tim AIA Indonesia, sementara rekannya Bambang Pamungkas menjadi manajer tim.

Saat ditanya apakah keikutsertaanya tersebut menjadi pemanasan sebelum menjadi pelatih, Firman menjawab singkat.

“Ya, ini karena saya diminta juga sama Bambang,” ujarnya.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*