Ferdinand Sarankan Pogba Belajar dari Ronaldo di MU

DUBLIN, IRELAND - AUGUST 02: Paul Pogba of Manchester United during the International Champions Cup match between Manchester United and Sampdoria at Aviva Stadium on August 2, 2017 in Dublin, Ireland. (Photo by Ian Walton/Getty Images)

Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, menyarankan Paul Pogba untuk belajar dari Cristiano Ronaldo, sewaktu kapten Portugal itu masih berkarier di Old Trafford.

Sejak tiba dari Juventus pada tahun 2016 lalu, Pogba kerap kali menuai banyak kritik, karena gagal tampil konsisten untuk Manchester United. Padahal, manajemen The Red Devils kala itu harus mengeluarkan dana ekstra senilai 89 juta Pounds untuk membawanya kembali ke Old Trafford.

Sementara itu, Ronaldo juga pernah berada di bawah tekanan yang sama seperti Pogba, ketika pemain berjuluk CR7 itu pertama kali tiba di Manchester United dari Sporting Lisbon pada tahun 2003 lalu.

Pada awal kariernya di Portugal, Ronaldo adalah seorang pemain sayap flamboyan, yang lebih tertarik pada keterampilan mengolah bola daripada kerja keras. Namun, saat berada di bawah arahan Sir Alex Ferguson, dia segera berubah dan menjadi salah satu pemain terbaik Liga Premier Inggris yang pernah ada.

Lantas, Ferdinand yakin jika Pogba perlu belajar dari Ronaldo, jika dia ingin mengubah nasibnya di bawah arahan Jose Mourinho. “Cristiano datang sebagai apa yang kami sebut pamer, melakukan semua step-over, mencari yang baik untuk para penggemar,” kata Ferdinand kepada ESPN FC.

“Tapi itu hanya kecerdasan, [Ronaldo] berhasil melakukannya, sebenarnya, ‘itu bagus bahwa orang-orang mencintai saya untuk itu, tapi apa yang akan membawa sana ke sana, ke puncak gunung. Saya harus menyesuaikan permainan saya’. Dan dia pergi sebagai pemain terbaik di dunia.

“Jadi, Paul Pogba dapat melihat itu sebagai sesuatu untuk dipelajari dari sana juga. Apa yang harus saya lakukan untuk menjadikan diri saya gelandang terbaik di dunia ini?

“Dengar, dia (Pogba) punya ego, itu tidak sulit untuk dilihat di media sosial, bocah ini punya ego, ingin dilihat dan dibicarakan sebagai pemain terbaik. Ada rasa lapar dan keinginan untuk itu, dengan itu datang mempengaruhi etos kerja,” tukasnya.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*