Dukungan Jakmania di Antara Doa dan Tangisan Persija

Rasa sedih tidak bisa ditutupi para penggawa Persija Jakarta usai menuai hasil buruk di beberapa laga terakhir kompetisi Liga 1 2017. Kesedihan itu bercampur beban kepada para penggemar dan manajemen yang mengharapkan ‘Sang Macan Kemayoran’ mampu memetik kemenangan.

Fasilitas lengkap mulai dari lapangan latihan yang bisa disaksikan para The Jakmania, mess pemain, bus latihan sampai kandang baru meski bukan di wilayah Jakarta kini sudah dimiliki Persija. Namun, dari segi hasil dan prestasi, Persija justru berada di ambang zona degradasi di awal musim ini.

Lewat manajemen baru dan fasilitas yang disediakan, ekspektasi The Jakmania maupun pemain begitu besar. Harapan untuk Persija bangkit dan mengulang sukses sebagai penguasa klasemen kompetisi terus mengemuka.

Namun, keberuntungan belum juga berpihak. Ada saja hal yang membuat Persija gagal menang, mulai dari kartu merah pemain yang membawa keberuntungan buat tim lawan, blunder, sampai alasan hilangnya konsentrasi di menit-menit terakhir yang membuat gawang mereka kebobolan.

Tak hanya pemain, Direktur Utama Persija Jakarta I Gede Widiade juga mengaku sudah dua kali menangis karena terharu dengan perjuangan pemain di lapangan serta semangat yang tidak putus yang ditunjukkan suporter dari tribun stadion.

Gede menuturukan, sebelum laga melawan Mitra Kukar, Minggu (14/5), ia bertemu dengan salah seorang The Jakmania yang meminta izin untuk membentangkan spanduk berisi dukungan. Hasil imbang, Gede kembali disentuh hatinya dengan nyanyian’ yang berisi imbauan agar para pemain Persija jangan takut dan jangan sedih karena ada The Jakmania yang selalu setia mendukung.

Praktis, hal itu diakui Gede membuat dirinya tak mampu menahan air matanya.

“Saya dua kali nangis. Anak-anak keluar lapangan nangis semua. Kenapa? karena hasil ini adalah sebuah ketidakberuntungan, bukan semata-mata kekalahan,” kata Gede melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia, Selasa (16/5).

Jika The Jakmania marah atas hasil buruk yang dibuat Persija selama ini, Gede menyebut manajemen sangat wajar dan menerimanya. Gede pun tak lupa mengucapkan terima kasih buat para The Jakmania yang masih setia mendukung dan tidak mencaci atas hasil buruk ini.

“Tanpa Jakmania, Persija itu tidak ada. Itu hal wajar jika kami diprotes karena mereka meminta prestasi. Sangat wajar,” kata Gede mengakui.

Jika The Jakmania mau protes, Gede mempersilahkan asalkan itu tidak mengganggu pemain saat bertanding. Namun yang terjadi sejauh ini Jakmania justru terus menunjukkan dukungan.

“Saya beruntung tidak dicaci maki. Saya hanya dikasih dengar lagu itu. Saya nangis. Keadaan susah, keadaan kalah, mereka masih mendoakan,” ujarnya.

Gede mengaku bingung dengan hasil yang diterima timnya di awal musim kompetisi Liga 1 2017. Pasalnya, kekalahan yang diterima ataupun hasil seri yang terjadi di pertandingan bukan lantaran murni kesalahan pemain atau pelatih.

Lebih dari itu, Gede meyakini ada faktor keberuntungan yang belum berpihak pada tim berjuluk Macan Kemayoran itu.

“Apa mungkin salatnya kurang atau apa? Persija butuh doa untuk menang. Saya harap pemain jangan frustrasi, mungkin ini ujian dari tuhan,” ungkap Gede.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*