City Kemungkinan Lebih Fokus Bertahan

Di sepakbola tidak ada yang tidak mungkin. Barcelona saja berhasil membalikkan keunggulan 4-0 Paris Saint-Germain di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Jadi, Guardiola harus berhati-hati.

Pada pertandingan pertama lalu di Stadion Etihad, bisa dibilang kita disuguhkan pertandingan yang aneh, dengan kedua kesebelasan dengan lancarnya melakukan jual-beli serangan dan juga jual-beli gol. Monaco patut dipuji karena berhasil mencetak tiga gol, tapi comeback City di babak kedua juga tidak kalah fantastisnya.

Memprediksi pertandingan semacam ini memang sulit. Tapi saya bisa menjamin jika pertandingan dinihari nanti akan menjadi pertandingan yang menyenangkan untuk ditonton, dengan banyak gol lagi tentunya. Semoga.

Guardiola kemungkinan besar akan memainkan formasi 4-3-3 atau 4-1-4-1 andalannya. Cederanya Ilkay Guendogan dan Gabriel Jesus membuat Guardiola memiliki pilihan pemain kunci yang terbatas di lini tengah dan lini depan.

Meskipun mereka berhasil mencatatkan clean sheet di tiga pertandingan terakhir, bukan berarti pertahanan mereka sudah sangat baik. Ada banyak perubahan nama pada susunan pemain di lini belakang City.

Melihat Monaco yang mengandalkan kecepatan melalui sayap ditambah dengan dua penyerang, ada kemungkinan Guardiola akan memainkan bek-bek yang bertipikal cepat seperti John Stones, Bacary Sagna, Aleksandar Kolarov, dan Gael Clichy.

Namun, Guardiola harus berhati-hati dalam pemilihan empat beknya ini. Misalnya saja, Kolarov tidak berposisi alami sebagai bek tengah. Jika Guardiola menginginkan bek yang lebih bisa diandalkan, ia mungkin akan menurunkan Nicolas Otamendi dari awal.

Tapi melihat susunan penyerang Monaco, Otamendi berpotensi dimainkan jika Guardiola merasa City sudah cukup aman, misalnya pada babak kedua. Sebenarnya Kolarov sendiri tidak terlalu buruk jika bermain sebagai bek tengah, ia dinilai memiliki kemampuan mengoper yang baik dan juga kedisiplinannya dalam pengambilan posisi.

Sebaliknya, kunci pertahanan Guardiola kemungkinan akan lebih ia tekankan pada pemilihan gelandang bertahan. Jika ia memainkan dua gelandang bertahan, kita mungkin akan melihat duet Yaya Toure dan Fernandinho. Tapi jika Guardiola menerapkan 4-3-3 atau 4-1-4-1, ia akan memilih di antara Toure atau Fernandinho.

Di leg pertama, Toure menempati posisi gelandang bertahan, sementara Fernandinho (mengejutkannya) sebagai bek kiri. Melihat beberapa pertandingan terakhir, Toure sepertinya akan lebih dipilih oleh Guardiola di posisi gelandang bertahan ini.

“Beberapa hari terakhir, aku pikir manajer mencoba memperbaiki pertahanan. Padahal kamu tahu jika caranya adalah menyerang, bukan bertahan. Tapi ketika kami menyerang, kami butuh memiliki keseimbangan untuk mengontrol para penyerang Monaco,” kata Toure. Pernyataannya itu menegaskan jika City akan fokus bertahan di leg kedua nanti.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*