Beda Krisis Skuat Dua Tim Manchester Jelang Derby

Pekan keempat Liga Inggris akan dibuka dengan laga panas yakni derby Manchester. Bukan hanya derby, pertandingan antara Manchester United dan Manchester City itu pun akan menjadi laga skuat termahal sedunia.

Tak hanya itu, jelang laga pekan keempat itu, kedua tim memiliki rekor kemenangan yang sempurna. Artinya pada pekan ini rekor salah satu tim–entah ManUtd atau ManCity–akan patah. Rekor kemenangan sempurna keduanya pun akan patah jika setelah 90 menit kedua tim bermain imbang.

Menarik untuk diamati kiprah dua tim yang diarsiteki dua juru taktik baru. Kebetulan pula kedua juru taktik–Jose Mourinho (Manchester United) dan Pep Guardiola (Manchester City)– pun pernah menjadi rival di Spanyol.

Penyerang veteran asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic, juga sudah bermain perang psikologi terhadap calon lawannya di Old Trafford. Ia mencoba mendiskreditkan kiper baru ManCity, Claudio Bravo, agar berlatih keras untuk menghadapinya.

Tak hanya itu, Ibrahimovic pun memuji-muji Mourinho.

“Dia seorang master,” kata Ibra yang pernah dilatih Mourinho saat bermain untuk Internazionale Milan seperti dikutip Reuters. “Dia tahu yang diperlukan untuk menang.”

Namun, Ibra perlu mengakui bahwa di atas kertas manajernya tersebut masih kalah dari Guardiola. Di atas kertas Guardiola selalu unggul atas Mourinho. Total sudah 16 kali mereka bertemu dan Guardiola berhasil menang tujuh kali, serta kalah tiga kali.

Manchester City Krisis Penyerang

Kubu ManCity yang diarsiteki Pep Guardiola mengalami kehilangan fatal jelang derby. Maskot sekaligus pendulang gol utama tim tersebut, Sergio Aguero, tak bisa bermain karena larangan bertanding tiga laga. Penyerang Argentina itu dihukum karena ulah tak profesionalnya menyikut bek West Ham United Winston Reid pada pekan ketiga Liga Inggris.

Tanpa Aguero di lini depan, ManCity tinggal menyisakan Kelechi Iheanacho sebagai penyerang murni. The Citizens telah melepas penyerang Pantai Gading yang musim lalu melapis Aguero ke Stoke City.

Jika Iheanacho yang baru berusia 19 tahun berada di bangku cadangan, Guardiola bisa memberikan peran ujung tombak kepada Nolito yang selama ini beroperasi di sayap kiri. Pilihan lainnya adalah pemuda 20 tahun asal Jerman yang baru ditebus dari Schalke 04, Leroy Sane.

Di Schalke, pria yang biasa beroperasi di sayap tersebut pernah juga bermain sebagai penyerang lubang dan penyerang utama. Tapi Sane masih diragukan karena cedera otot hamstring, dan baru mulai berlatih ringan bersama anggota tim.

Selain Sane, Guardiola juga diragukan bisa membawa Ilkay Guendogan, Vincent Kompany, dan Bacary Sagna karena cedera. Namun untuk tiga nama terakhir, Guardiola memiliki stok melimpah sebagai pelapisnya.

Tanpa Guendogan, Guardiola masih bisa mempercayakan lini tengah kepada Kevin De Bruyne, David Silva, Raheem Sterling, Fernando, Fernandinho, dan Fabian Delph. Dan, di lini belakang, ManCity telah mendapatkan bek masa depan Inggris, John Stones, dari Everton. Stones bisa berduet dengan Nicolas Otamendi sebagai duet di lini sentral pertahanan.

Untuk di lini depan, pilihan masuk akal bagi Guardiola adalah menggunakan strategi False-Nine memanfaatkan Raheem Sterling, Nolito, Kevin De Bruyne, atau Sane. Apalagi Guardiola pun akrab dengan formasi False-Nine itu saat dirinya di Barcelona dan juga Bayern Munich.

Guardiola lalu bisa memasukkan Iheanacho yang memiliki banyak energi sebagai pemain pengganti memanfaatkan barisan pertahanan ManUtd yang telah terkuras staminanya.

“Jika saya dipilih, saya akan melakukan pekerjaan saya. Pertandingan seperti ini akan berarti banyak,” kata Iheanacho seperti dikutip dari Telegraph.

Iheanacho pantas percaya diri, musim lalu dia pun bisa bermain sebagai pelapis ketika Aguero absen. Tiga dari delapan gol yang diciptakannya musim lalu adalah ketika Iheanacho bermain sebagai pelapis sang maskot.

Manchester United Kehilangan Dua Bek Sayap

Lain tim, lain persoalan. Jika ManCity krisis penyerang utama, sebaliknya di Manchester United.

Gelandang asal Armenia Henrikh Mkhitaryan tak bisa bermain karena cedera yang dialaminya saat membela negara di jeda internasional. Mantan playmaker Borussia Dortmund itu disebut akan absen hingga 10 hari.

Tanpa Mkhitaryan, Mourinho masih bisa mempercayakan performa lini tengah kepada Juan Mata. Gelandang asal Spanyol itu membuktikan tampil cukup baik dalam tiga pekan Liga Inggris.

Di lini tengah, bisa dikatakan Mourinho tenang karena memiliki stok melimpah–tentu ditambah Paul Pogba.

Di lini depan pun demikian, Zlatan Ibrahimovic masih menjadi idola bersama Wayne Rooney. Tak hanya itu, dua penyerang muda Anthony Martial dan Marcus Rashford pun menunjukkan perkembangan performa yang meyakinkan.

Rashford yang mencetak hattrick untuk timnas Inggris U-21 itu pada laga pekan ketiga Liga Inggris menjadi penentu kemenangan ManUtd atas Hull City dengan skor 1-0 di ujung laga.

Tetapi di barisan pertahanan, Mourinho pantas pusing. Luke Shaw diragukan tampil karena cedera otot yang ia derita saat membela timnas Inggris.

Demikian pula dengan Antonio Valencia. Pemain yang biasa mengisi posisi bek kanan itu datang terlambat dari tugas bersama timnas Ekuador dalam jeda internasional. Ia berada di Inggris kurang dari 24 jam jelang laga melawan ManCity. Hal tersebut membuat Valencia sulit fit setelah penerbangan panjang.

Daley Blind berpeluang melapis pos yang ditinggalkan Luke Shaw, sementara Matteo Darmian akan mengisi tempat Valencia.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*