Antonio Conte Minta Maaf Usai Diusir Wasit

Manajer Chelsea, Antonio Conte, minta maaf atas tindakannya usai diusir wasit Neil Swarbrick di sela pertandingan melawan Swansea City pada lanjutan Liga Primer Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, Rabu (29/11) malam waktu setempat.

Conte diusir wasit Swarbrick sebelum pertandingan babak pertama Chelsea vs Swansea berakhir. Pelatih asal Italia itu diusir wasit setelah membentak wasit keempat Lee Mason karena tidak puas dengan keputusan wasit Swarbrick.

Conte menganggap wasit Swarbrick tidak memberi peringatan kepada sejumlah pemain Swansea yang dianggapnya membuang-buang waktu. Sejumlah keputusan Swarbrick juga membuat Conte berang. Conte pun kemudian diusir wasit.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Conte minta maaf atas tindakannya di pinggir lapangan hingga diusir wasit. Pelatih 48 tahun itu mengaku frustrasi dengan sejumlah keputusan wasit.

“Ini normal dan benar untuk minta maaf atas apa yang terjadi saat pertandingan. Di babak pertama saya melihat Swansea membuang-buang waktu. Saya bilang ke wasit keempat beberapa kali, tapi saya tidak melihat adanya perubahan,” ujar Conte dikutip dari Independent.

“Saya frustrasi dengan situasi ini. Saya berusaha bilang ke wasit, dan kemudian dia mengambil keputusan mengusir saya. Saya ulangi, saya minta maaf. Saya frustrasi dan membuat kesalahan,” sambungnya.

Ini adalah kali pertama Conte diusir wasit di ajang Liga Primer Inggris. Mantan pelatih Juventus itu mengaku tidak kapok dan tetap mempertahankan karakter berapi-api di pinggir lapangan.

“Saya menderita di ruang ganti tim. Melihat pertandingan melalui layar kaca dan tidak mampu berkomunikasi dengan pemain, itu sangat aneh dan berat buat saya,” ucap Conte.

Chelsea sendiri berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Swansea lewat gol sundulan Antonio Ruediger pada menit ke-55, sepuluh menit usai Conte diusir wasit. Kemenangan membuat The Blues tetap di peringkat tiga klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan 29 poin, tertinggal 11 poin dari Manchester City.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*